BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Matematika
sangat pantas disebut sebagai jembatan ilmu pengetahuan dan teknologi. Sebagai
contoh, kemajuan teknologi luar angkasa yang sangat pesat di jaman sekarang
karena kemajuan bidang ilmu fisika.
Banyak
ilmu yang berkembang atas dasar penerapan konsep dari matematika. Salah satunya
perkembangan ilmu komputer yang sedang berkembang pesat dalam era informasi
sekarang ini. Jaringan komputer, komputer grafis, aplikasi dari berbagai
softwere diambil dari penerapan konsep dan pemikiran dari para ahli yang telah
dirangkum dalam ilmu matematika. Teori grup, struktur aljabar, statistika dan
peluang, kalkulus semua itu sangat aplikatif dalam dunia science dan teknologi
.
Dalam perkembangan teknologi
informatika, matematika memberikan pengaruh tersendiri. Berbagai aplikasi dan
program di komputer tidak lepas dari penerapan aplikasi matematika, diantaranya
adalah operasi Aljabar Boolean, teori graf, matematika diskrit, logika simbolik,
peluang dan statistika.
Konsep dasar sistem
komputer yaitu adanya sistem byner,sistem desimal dan hexadesimal. Dalam sistem
byner adalah sistem yang mengenal 2 buah angka. Yang disebut dengan istilah
Bit. Dalam sistem biner kita akan mengenal sistem satuan elemen
informasi,satuan waktu dan frekuensi sistem pengkodean karakter.
Dalam
sistem desimal menggunakan basis 10, deca berarti 10. Sistem bilangan desimal
menggunakan 10 macam simbol bilangan yaitu : 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8 dan 9. Dalam
sistem hexadesimal menggunakan basis 16, hexa berarti 6 dan deca berarti 10.
Sistem bilangan hexadecimal menggunakan 16 macam simbol bilangan yaitu 0, 1, 2,
3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, A, B, C, D dan E.
B. Rumusan masalah
Hubungan
sistem biner, decimal dan hexsaadesimal dengan teknologi informasi
- Sistem bilangan
- Operasi arithmatika
- Sistem bilangan biner
- Sistem bilangan desimal
- Sistem bilangan heksadesimal
- Sistem bilangan oktal
BAB II
PEMBAHASAN
A.Sistem
Bilangan ( Number System )
Adalah suatu cara untuk mewakili besaran
dari suatu item fisik. Sistem bilangan menggunakan basis (base / radix)
tertentu yang tergantung dari jumlah bilangan yang digunakan.
-Konsep Dasar Sistem Bilangan
Suatu
sistem bilangan, senantiasa mempunyai Base (radix), absolute digit dan positional
(place) value.
-Jenis-Jenis Sistem Bilangan
Suatu
sistem komputer mengenal beberapa sistem bilangan, seperti :
1.Sistem Bilangan Desimal (Decimal Numbering System).
2.Sistem Bilangan Biner (Binary Numbering System).
3.Sistem Bilangan Octal (Octenary Numbering System).
4.Sistem Bilangan Hexadesimal (Hexadenary Numbering System)
Setiap
1 (satu) bilangan hexa dijadikan kelompok bilangan biner yang terdiri atas 4
digit. Tidak ada cara langsung mengubah hexadecimal ke oktal. Dapat dilakukan
melalui biner atau desimal.
B.
Operasi Arithmatika
Operasi aritmatika yang dilakukan
diantaranya : penjumlahan, pengurangan, perkalian, pembagian, pangkat, akar,
dsb.
Dalam pembahasan kali ini kami akan
membahas tentang 4 jenis bilangan saja yaitu:
• Sistem bilangan biner
• Sistem bilangan decimal
• Sistem bilangan hexsadesimal
• Sistem bilangan oktal
1.
Sistem Bilangan Biner (Binary Number System)
a. Pengertian sistem bilangan biner
Sistem bilangan biner
atau sistem bilangan basis dua adalah sebuah sistem penulisan angka dengan
menggunakan dua simbol yaitu 0 dan 1. Sistem bilangan biner modern ditemukan
oleh Gottfried Wilhelm Leibniz pada abad ke-17. Sistem bilangan ini merupakan
dasar dari semua sistem bilangan berbasis digital. Dari sistem biner, kita
dapat mengkonversinya ke sistem bilangan Oktal atau Hexadesimal.
Sistem ini juga dapat
kita sebut dengan istilah bit, atau Binary Digit. Pengelompokan biner dalam
komputer selalu berjumlah 8, dengan istilah 1 Byte. Dalam istilah komputer,1
Byte = 8 bit.
b. Konversi sistem biner dan sistem desimal
Sebagaimana
telah diketahui bahwa komputer menggunakan sistem biner, sedangkan manusia
terbiasa menggunakan sistem desimal. Mengingat hal ini , adakalanya diperlukan
untuk mengetahui cara melakukan konversi dari kedua sistem bilangan
tersebut.Konversi dari Sistem Biner ke Sistem Desimal, Caranya angka pada biner
tersebut dikalikan dengan position value. Setelah dikalikan, jumlahkan semua angka
tersebut.
- Contoh konversi bilangan decimal ke
biner yaitu bilangan 25
Langkahnya dengan membagi bilangan tersebut dengan bilangan 2 sampai bilangan
tersebut habis.
25 : 2 = 12 sisa 1.
12 : 2 = 6 sisa 0.
6 : 2 = 3 sisa 0.
3 : 2 = 1 sisa 1.
1 : 2 = 0 sisa 1.
0 : 2 = 0 sisa 0…. (end)
2.
Sistem Bilangan Desimal (Decimal Number System)
a. Pengertian Sistem Bilangan Desimal
Sistem
bilangan desimal adalah sistem bilangan yang paling umum digunakan dalam
kehidupan sehari-hari. Sistem bilangan desimal menggunakan basis 10 dan
menggunakan 10 macam simbol bilangan yaitu : 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8 dan 9.
Sistem bilangan desimal dapat berupa integer desimal (decimal integer) dan
dapat juga berupa pecahan desimal (decimal fraction).
3.Sistem Bilamgan Hexadesimal (Hexadecimal Number System)
a. Pengertian sistem bilangan hexadesimal
Heksadesimal
atau sistem bilangan basis 16 adalah sebuah sistem bilangan yang menggunakan 16
simbol. Berbeda dengan sistem bilangan desimal, simbol yang digunakan dari
sistem ini adalah angka 0 sampai 9, ditambah dengan 6 simbol lainnya dengan
menggunakan huruf A hingga F.
Nilai desimal yang setara dengan setiap simbol tersebut diperlihatkan pada
tabel berikut:
0hex = 0dec = 0oct 0 0 0 0
1hex = 1dec = 1oct 0 0 0 1
2hex = 2dec = 2oct 0 0 1 0
3hex = 3dec = 3oct 0 0 1 1
4hex = 4dec = 4oct 0 1 0 0
5hex = 5dec = 5oct 0 1 0 1
6hex = 6dec = 6oct 0 1 1 0
7hex = 7dec = 7oct 0 1 1 1
8hex = 8dec = 10oct 1 0 0 0
9hex = 9dec = 11oct 1 0 0 1
Ahex = 10dec = 12oct 1 0 1 0
Bhex = 11dec = 13oct 1 0 1 1
Chex = 12dec = 14oct 1 1 0 0
Dhex = 13dec = 15oct 1 1 0 1
Ehex = 14dec = 16oct 1 1 1 0
Fhex = 15dec = 17oct 1 1 1 1
b.Konversi
heksadesimal
- Hexadesimal ke desimal
Untuk
mengkonversinya ke dalam bilangan desimal, dapat menggunakan formula berikut:
Dari bilangan heksadesimal H yang merupakan untai digit hnhn − 1...h2h1h0, jika
dikonversikan menjadi bilangan desimal D.
Sebagai contoh, bilangan heksa 10E yang
akan dikonversi ke dalam bilangan desimal:
• Digit-digit 10E dapat dipisahkan dan mengganti bilangan A sampai F (jika
terdapat) menjadi bilangan desimal padanannya. Pada contoh ini, 10E diubah
menjadi barisan: 1,0,14 (E = 14 dalam basis 10)
• Mengalikan dari tiap digit terhadap nilai tempatnya.
= 256 + 0 + 14
= 270
Dengan demikian, bilangan 10E heksadesimal sama dengan bilangan desimal 270.
0000 = 0
0001 = 1
0010 = 2
0011 = 3
0100 = 4
0101 = 5
0110 = 6
0111 = 7
1000 = 8
1001 = 9
1010 = A
1011 = B
1100 = C
1101 = D
1110 = E
1111 = F
Sehingga jika 1111 0000 dikonversi ke
hexadesimal = F0
-
Desimal ke hexadesimal
Caranya
sebagai berikut (kita gunakan contoh sebelumnya, yaitu angka desimal 270):
270 dibagi 16 hasil: 16 sisa 14 ( = E )
16 dibagi 16 hasil: 1 sisa 0 ( = 0 )
1 dibagi 16 hasil: 0 sisa 1 ( = 1 )
Dari
perhitungan di atas, nilai sisa yang diperoleh (jika ditulis dari bawah ke
atas) akan menghasilkan : 10E yang merupakan hasil konversi dari bilangan
desimal ke hexadesimal.
4. Sistem Bilangan Oktal (Octal Number
System)
a. Pengertian sistem bilangan
octal
Bilangan oktal adalah bilangan
berbasis 8, yang menggunakan angka 0 sampai 7. Konversi Sistem
Bilangan Oktal berasal dari Sistem bilangan biner
yang dikelompokkan tiap tiga bit biner dari ujung paling kanan (LSB atau Least
Significant Bit).
b. Konversi bilangan oktal
- Oktal ke desimal.
Caranya kalikan setiap bilangan dengan
perpangkatan 8. Contoh, bilangan oktal yang akan dikonversi adalah 718.
Maka susunannya menjadi 1 dan 7 proses perkaliannya sebagai berikut:
1 x 8o = 1
7 x 81 = 56
Maka hasilnya adalah penjumlahan 1 + 56
= 5710.
- desimal ke oktal.
Proses konversinya mirip dengan proses
konversi desimal ke biner, hanya saja pembaginya adalah 8. Misalkan angka yang
akan dikonversikan adalah 3310. Maka :
33 : 8 = 4 sisa 1.
4 : 8 = 0 sisa 4.
0 : 8 = 0 sisa 0….(end)
Hasilnya adalah 418
BAB III
KESIMPULAN DAN SARAN
A.
Kesimpulan
Konsep dasar teknologi informasi adalah
system biner, system decimal, dan system hexsadesimal.
1. Bilangan Biner dapat digunakan manusia untuk dapat saling berkomunikasi
dengan komputer, serta untuk dapat saling berbagi sumber daya yang ada.
2. Alasan diperlukannya bilangan biner dalam jaringan komputer karena di
dalam jaringan komputer, komputer memerlukan komunikasi dengan
perangkat-perangkat jaringan yang ada. Untuk itulah, diciptakannya Bilangan
Biner agar manusia mudah mengerti dan memahami komunikasi antar komputer dan
perangkat yang lainnya.
3. Bilangan Biner dapat dikonversikan ke dalam sistem bilangan yang
lainnya. Contohnya dari Bilangan Biner ke Bilangan Desimal. Hal ini dilakukan
untuk mempermudah manusia mengenali bahasa komputer.
4. Suatu file dapat ditransfer ke komputer yang lain dengan cara
mentransfer kumpulan-kumpulan atau
paket-paket bit ke komputer lain sesuai dengan standar yang ada.
B. Saran
Jadi untuk menjadi ahli dibidang
teknologi informasi kita juga harus menguasai matematika, karna matematika sangat
penting, dan semua aplikasi komputer menggunakan penerapan aplikasi matematika.
Matematika sangat penting untuk di pelajari, termasuk untuk orang-orang
dibidang IT.
BAB
IV
PENUTUP
Demikian yang dapat kami paparkan
mengenai materi yang menjadi pokok bahasan dalam makalah ini, tentunya masih banyak kekurangan
dan kelemahannya, kerena terbatasnya pengetahuan dan kurangnya rujukan atau
referensi yang ada hubungannya dengan judul makalah ini.
Penyusun banyak
berharap para pembaca yang budiman dapat memberikan kritik dan saran yang
membangun kepada penyusun demi kesempurnaan makalah ini. Semoga makalah ini
berguna bagi penulis pada khususnya juga para pembaca yang budiman pada
umumnya.
Wassalamualaikum
Wr. Wb
Mengetahui
Guru Mata Pelajaran